• 0733-451604
  • official@rsudsitiaisyah-lubuklinggau.co.id

Jl Lapter Silampari Kel. Air Kuti  Lubuklinggau Timur I 31626
Telp. 0733-451604 Fax 0733-452776

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RSUD SITI AISYAH KOTA LUBUKLINGGAU

Serah terima Aset Unmura ke Pemkot Lubuklinggau

[5 Nopember 2015]

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Lubuklinggau dibawah kepemimpinan H. SN Prana Putra Sohe – H. Sulaiman Kohar benar-benar konsisten untuk pembangunan dan perkembangan kota berslogan “Sebiduk Semare” ini.

Termasuk terkait aset yang berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Reputblik Indonesia (RI) Nomor 78 Tahun 2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan, dan penggabungan daerah.

Pada pasal 33 ayat (1) UU peraturan tersebut dijelakan aset provinsi dan kabupaten / kota induk yang bergerak dan tidak bergerak serta utang piutang yang akan diserahkan kepada provinsi baru dan kabupaten / kota baru, dibuat dalam bentuk daftar aset. Lalu ayat (2) menegaskan aset provinsi dan kabupaten induk sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diserahkan paling lama 1 (satu) tahun terhitung sejak peresmian provinsi baru dan kabupaten/ kota baru.

Kemudian pada ayat (3) diterangkan dalam hal aset daerah kabupaten induk yang bergerak dan tidak bergerak serta utang piutang yang akan diserahkan kepada kota yang baru dibentuk dapat diserahkan secara bertahap dan paling lama 5 (lima) tahun terhitung sejak ditetapkannya ibukota kabupaten induk yang baru. Walikota lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe melakukan perninjauan salah satu aset yang seharusnya diserahkan Pemkab Musi Rawas kepada Pemkot lubulinggau, yaitu kemplek Unmura Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Kali ini H. SN Prana Putra Sohe turut didampingi Sekda Musi Rawas H. Isbandi Arsyad dan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Lubuklinggau, H. Gotri.

H. SN Prana Putra Sohe mengaku bahwa aset yang ada saat ini harus diberdayakan dan dimanfaatkan. “Dalam waktu dekat komplek Unmura akan diserahkan kepada Pemkot Lubuklinggau. Dengan diserahkan ke Pemkot Lubuklinggau maka Unmura bisa dikembangkan, jika perlu akan ditambah fasilitas kedokteran kedepannya nanti,” ungkap Nanan Sapaan akrab duami dari Hj. Yetti Oktarina Prana, Rabu (4/11).

Selanjutnya H. SN Prana Putra Sohe kembali sidak ke RSUD Siti Aisyah dan melakukan rapat dengan Direktur dan Manajemen RSUD Siti Aisyah. Akreditasi RSUD Siti Aisyah akan ditingkatkan menjadi B.

Seperti dijelaskan oleh Direktur RSUD Siti Aisyah, dr. H. Mast Idris Usman. E mengaku bahwa saat ini RSUD Siti Aisyah terkareditas C dan akan ditingkatkan ke C Paripurna, lalu B dan selanjutnya B Pendidikan.

“Tentunya ini membutuhkan proses, namun hal ini terus kita perjuangkan.” Ungkapnya.

Jika RSUD Siti Aisyah terakreditasi B Pendidikan, maka akan banyak manfaatnya bagi masyarakat dan Pemkot Lubuklinggau. Dimana RSUD Siti Aisyah akan menjadi RS rujukan bagi empat daerah yaitu dari Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Muratara, Kabupaten Rejang Lebong, dan Kabupaten Empat Lawang.

“Kalau selama ini rujukan langsung ke Palembang, dengan jarak tempuh yang jauh maka akan membahayakan pasien yang dirujuk. Kalau kita menjadi RSUD rujukan maka akan memudahkan masyarakat, karena lebih efisien dan efektif.”

©2015 RSUD Siti Aisyah All right reserved